Kamis, 07 Juni 2012

BUKTI AUDIT


Keputusan Bukti Audit
            Ada empat keputusan mengenai bukti apa yang harus dikumpulkan dan berapa banyak:
  1. prosedur audit
  2. ukuran sampel
  3. item yang dipilih
  4. pnetapan waktu
Prosedur Audit adalah rincian instruksi yang menjelaskan bukti audit yang harus diperoleh selama audit.
Ukuran Sample. Setelah memilih prosedur audit, auditor dapat mengubah ukuran sampel dari hanya satu hingga semua item dalam populasi yang sedang diuji. 
Item yang Dipilih. Setelah menentukan ukuran sampel untuk suatu prosedur audit, auditor harus memutuskan item – item mana dalam populasi yang akan diuji.
Penetapan Waktu. Waktu pelaksanaan audit dapat bervariasi dari awal periode akuntansi hingga berakhirnya periode akuntansi itu. Keputusan penetapan waktu audit sebagian dipengaruhi oleh kapan klien menginginkan agar audit diselesaikan.
            Program Audit adalah daftar prosedur audit untuk bidang audit tertentu atau untuk keseluruhan audit. Program audit selalu memuat daftar prosedur audit, dan biasany6a mencakup ukuran sampel, item – item yang dipilih, dan penetapan waktu audit.

Persuasivitas Bukti
Ada dua penentu persuasivitas bukti audit
  1. Ketetapan bukti, adalah ukuran mutu bukti. Yang relevan dan reliabilitasnya memenuhi tujuan audit untuk kelas transaksi, saldo akun, dan pengungkapan yang berkaitan.
  2. Kecukupan bukti, diukur terutama oleh ukuran sampel yang dipilih oleh auditor. Dalam menentukan ketetapan ukuran sampel dalam audit ada dua factor yang paling penting adalah ekspetasi auditor atas salah saji dan keefektifan pengendalian internal klien.

Jenis – jenis Bukti Audit
Dalam menentukan prosedur audit mana yang akan digunakan, auditort dapat memilihnya dari 8 kategori yang luas, yang disebut sebagai jenis – jenis bukti. Setiap prosedur audit mendapat satu atau lebih jenis – jenis bukti berikut:
  1. Pemeriksaan fisik (physical examination)
  2. konfirmasi (confirmation)
  3. dokumentasi (documentation)
  4. prosedur analisis (analytical procedures)
  5. wawancara dengan klien (inquiries of the client)
  6. rekalkulasi (recalculation)
  7. pelaksanaan ulang (reperformance)
  8. observasi (observation)

Pemeriksaan Fisik, adalah inspeksi atau perhitungan yang dilakukan auditor atas aktiva berwujud. Jenis bukti ini paling sering berkaitan dengan persediaan dan kas, tretapi juga dapat diterapkan pada verifikasi sekuritas, wesel tagih, dan aktiva tetap berwujud.
Konfirmasi, menggambrakan penerimaan respon tertulis atau lisan dari pihak ketiga yang independent yang memverifikasi keakuratan informasi yang diajukan oleh auditor. Permintaan ini ditujukan kepada klien dan klien meminta pihak ketiga yang independent untuk meresponnya secara langsung kepada auditor. Kartena konformasi bersumber dari sumber yang independent terhadap klien, jenis bukti audit ini sangat dipercaya dan merupakan jenis bukti yang serig digunakan.
Dokumentasi, adalah inspeksi oleh auditor atas dokumen dan catatan klien untuk mendukung informasi yang tersaji, atau seharusnya tersaji, dalam laporan keuangan. Dokumen yang diperiksa oleh auditor adalah catatan yang digunakan klien untuk menyediakan informasi bagi pelaksanaan bisnis dengan cara yang terorganisir, yang bias juga dalam bentuk kertas, bentuk elektronik, atau media lain. Karena setiap transaksi dalam organisasi klien biasanya didukung paling tidak oleh selembar dokumen, jenis bukti audit ini tersedia dalam jumlah besar.   Dokumen dapat diklasifikasikan sebagai dokumen internal dan eksternal. Dokumen internal adalah dokumen yang disiapkan dan digunakan dalam organisasi klien dan disimpan tanpa pernah disampaikan kepada pihak luar sedangkan dokumen eksternal adalah dokumen yang ditangani oleh seseorang dilur organisasi klien yang merupakan pihak yang melakukan transaksi, tetapi dokumen tersebut saat ini berada ditangan klien atau dengan segera dapat diakses oleh klien.
Prosedur Analisis, mengambarkan perbandingan dan hubungan untuk menilai apakah saldo akun atau data lainnya tampak wajar dibandingkan dengan harapan auditor.
Prosedur analisis yang digunakan untuk tujuan berbeda pada suatu audit adlah: memahami industri dan bisnis klien, menilai kemampuan entitas untuk terus Going Concern, menunjukkan adanya kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan, mengurangi pengujian audit yang terinci.
Tanya Jawab dengan Klien, adalah upaya untuk memperoleh informasi secara lisan maupun tertulis dari klien sebagai respon atas pertanyaan yang diajukan auditor. Walaupun banyak bukti yang didapat, namun bukti itu tidak dapat dianggap debagai bukti yang meyakinkan karena bukan dari sumber yang independent dan mengkin mendukung pihak klien. Karena itu, apabila auditor memperoleh bukti melalui Tanya jawab, biasanya auditor juga memperoleh bukti pendukung melalui prosedur lain.    
Rekalkulasi, melibatkan pengecekan ulang atsa sempel kalkulasi yang dilakukan oleh klien. Pengecekan ulang kalkulasi klien ini terdiri dari pengujian atas keakuratan perhitungan klien dan mencakup prosedurt seperti perkalian faktur penjualan dan persediaan, penjumlahan jurnal dan buku tambahan, serta pengecekan kalkulasi beban penyusutan dan beban dibayar di muka.
Pelaksanaan Ulang, pengujian independent  yang dilakukan auditor atas prosedur atau pengendalian akuntansi klien, yang semua dilakukan sebagai bagian dari system akuntansi dan pengendalian eksternal klien. Jika rekalkulasi melibatkan pengecekan ulang atas suatu perhitungan, pelaksanaan ulang melibatkan pengecekan atas prosedur lain.
Obeservasi, adalah penggunaan indera untuk menilai aktivitas klien. Selama menjalani penugasan dari klien, auditor mempunyai banyak kesempatan untuk menggunakan inderanya – penglihatan, perasaan, dan penciuaman – guna mengevaluasi berbagai item. Jenis observasi kurang dapat diandalkan karena resiko personil klien akan mengubah perilakunya akibat kehadiran auditor. Mereka mungkin melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan kebijakan perusahaan dihadapan auditor, tetapi melakukan hal yang biasa dilakukan setelah auditor tidak ada. Karena itu, perlu untuk menindak lanjuti kesan pertama yang diperoleh dengan jenis bukti pendukung lainnya. Namun demikian, observasi berguna dalam pelaksanaan sebagian besar audit. 


DOKUMENTASI AUDIT
            Standar auditing menyatakan bahwa dokumentasi audit adalah catatan utama prosedur auditing yang ditetapkan, bukti yang diperoleh, dan kesimpulan yang dicapai auditor dalam melaksanakan penugasan. Tujuan dokumentasi audit secara keseluruhan adalah untuk membantu auditor dalam memberikan kepastian yang layak bahwa audit yang memadai telah dilakukan sesuai dengan standar audit. Secara lebih khusus, dokumentasi audit yang berkaitan dengan audit tahun berjalan memberikan:
  1. Dasar bagi Perencanaan Audit. Jika auditor akan merencanakan audit yang memadai, informasi tentang referensi yang diperlukan harus tersedia dalam file audit yang meliputi bermacam informasi perencanaan sebagai informasi deskriptif tentang pengendalian internal, anggaran waktu untuk masing – masing area audit, program audit, dan hasil audit tahun sebelumnya.
  2.  Catatan Bukti yang Dikumpulkan dan Hasil Pengujian. Jika mencul kebutuhan, auditor harus mampu memperlihatkan kepada lembaga pembuat peraturan dan pengendalian bahwa audit telah direncanakan dengan baik dan diawasi secara memadai; bukti yang dikumpulkan telah tepat dan mencukupi; dan laporan audit tepat, dengan mempertimbangkan hasil audit.
  3. Data untuk Menentukan Jenis Laporan Audit yang Tepat. Dokumentasi audit menyediakan sumber informasi yang penting untuk membantu auditor dalam memutuskan apakah bukti yang tepat dan mencukupi telah dikumpulkan guna menjustifikasi laporan audit berdasarkan situasi tertentu. Data yang ada dalam file memiliki kegunaan yang sama untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar, berdasarkan bukti audit tersebut. 
  4. Dasar bagi Review oleh Supervisor dan Partner. File audit adalah kerangka referensi utama yang digunakan supervisor untuk mereview pekerjaan asisten. Review yang cermat oleh supervisor juga memberikan bukti bahwa audit telah diawasi secara memadai.